Sorot  

PETI di Tanjung Gagak Kian Menggila, Dua Excavator Diduga Beroperasi Bebas

Avatar

SAROLANGUN – Aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Desa Tanjung Gagak, Kecamatan Batin VIII, Kabupaten Sarolangun, kian hari semakin marak dan menjadi sorotan masyarakat.

Berdasarkan pantauan di lapangan pada Sabtu (3/5/2026), terlihat sedikitnya dua unit alat berat jenis excavator tengah beroperasi melakukan penambangan emas ilegal di wilayah tersebut.

Baca Juga :  LPJ PJ Bupati Tebo triwulan ke-3 Di inspektorat jenderal Kemendagri

Aktivitas tersebut berlangsung secara terang-terangan tanpa adanya tanda-tanda penindakan, sehingga menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat terkait pengawasan dari pihak berwenang.

Dari informasi yang dihimpun, kegiatan penambangan tersebut diduga milik seseorang berinisial SG. Namun, hingga kini belum ada keterangan resmi yang dapat mengonfirmasi kepemilikan maupun legalitas aktivitas tersebut.

Baca Juga :  Kebakaran Lahan PT TAL, ini Yang dikatakan Dirut PT TAL!!!

Keberadaan PETI ini dinilai tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga berpotensi merusak lingkungan, seperti pencemaran air dan kerusakan lahan di sekitar lokasi tambang.

Masyarakat setempat berharap Aparat Penegak Hukum (APH) dapat segera turun tangan untuk menertibkan aktivitas PETI yang dinilai semakin tidak terkendali.

Sebagaimana diketahui, kegiatan pertambangan tanpa izin melanggar Pasal 158 Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara, dengan ancaman pidana penjara paling lama lima tahun serta denda hingga Rp100 miliar.

Baca Juga :  Petani Geram, PT. Tebo Indah Dinilai Abai: “Kalau Tak Sanggup, Balikkan ke Petani!”

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tindakan resmi maupun keterangan dari pihak terkait mengenai aktivitas PETI di Desa Tanjung Gagak tersebut.***