VIRAL  

Sejumlah Suku Anak Dalam Geruduk Bangko, Tuntut Klarifikasi Akun Martonis yang Dianggap Menghina

Avatar
Tangkapan Layar Akun yang melecehkan SAD. (INJ/Ist)

infonegerijambi.id – Sejumlah Temenggung dan perwakilan Suku Anak Dalam (SAD) di Jambi bergerak menuju Kabupaten Merangin pada hari ini, Minggu (16/11/2025).menyusul unggahan seorang pengguna Facebook bernama Martonis yang dianggap menghina dan merendahkan martabat suku pedalaman tersebut.

Dalam unggahan yang beredar luas di Facebook, akun Martonis menuliskan pernyataan bernada merendahkan, di antaranya menyebut bahwa “ TIDAK ADO YANG KITO BANGGAKAN DENGAN SUKU KUBU DI JAMBI NI..
UNTUK APO KITO GADANG GADANGKAN SUKU KUBU TU..
DAKTEK GUNO
ニニニニニニニニニニニニニニニニニニニニニ=
MENURUT SEJARAH KUBU TU ORANG
PNAKUT.DAKDO NIAN BELA NEGARA..DULU
ORANG MLAWAN BLANDO NYO LARI KE RIMBO..
TAHUN 78.NYO BARU NGIMAK
DUSUN..KATONYO MASIH PRANG
JUGO..NENGOK DARI JAUH..MINTA NASI ARI..
AIIII SUDAH LAH…
INTINYO UNTUK APO KITO KNALKAN NIAN SUKU KUBU NI..DAKDO NILAI SEJARAH.. Unggahan itu memicu kemarahan SAD di Jambi.

Baca Juga :  Mampukah Kapolres Merangin yang Baru, Menangkap DPO Zulfahmi yang Lebih "Licin" dari Harun Masiku

Merespons hal tersebut, para Temenggung dan tokoh SAD sepakat mendatangi kediaman pemilik akun tersebut di Bangko, Kabupaten Merangin, untuk meminta klarifikasi langsung.

Baca Juga :  Kapolda Jambi Pimpin Upacara Peringatan Hari Pahlawan Ke 78 Semangat Pahlawan untuk Masa Depan Bangsa

“Kita akan minta klarifikasi kepada pemilik akun Martonis atas postingan di Facebook itu,” ujar salah seorang Temenggung yang mengaku telah berada dalam perjalanan menuju Bangko.

Baca Juga :  Pesawat NAM Air dari Bungo Tabrak Burung, Mendarat Darurat di Palembang

Menurut informasi yang beredar di kalangan warga SAD, pemilik akun tersebut diketahui berdomisili di Kabupaten Merangin. Mereka menilai apa yang dituliskan sangat melecehkan Suku Anak Dalam.

Tokoh SAD lainnya menyebut bahwa pergerakan mereka hari ini adalah bentuk protes, sekaligus permintaan agar pemilik akun bertanggung jawab atas ucapannya di media sosial.