Kebijakan tersebut juga dikaitkan dengan dinamika biaya produksi di tingkat global. Dalam industri kendaraan listrik, komponen baterai dan dukungan layanan setelah pembelian menjadi sejumlah faktor yang dapat memengaruhi strategi perusahaan.
Namun, bagi calon konsumen, perubahan banderol tetap menjadi pertimbangan penting, terutama ketika selisih harga mencapai ratusan juta rupiah.
Karena itu, pembeli sebaiknya tidak hanya membandingkan harga jual, tetapi juga memeriksa kapasitas baterai, jarak tempuh, fitur keselamatan, kelengkapan teknologi, serta ketentuan garansi yang berlaku pada masing-masing varian.
BYD M6 dan Atto 1 Juga Mengalami Perubahan Harga
Penyesuaian harga tidak hanya ditemukan pada model premium. Sejumlah kendaraan listrik BYD di segmen lain juga tercatat mengalami perubahan, meskipun nominalnya lebih kecil dibandingkan Seal dan Sealion 7.
BYD M6 Superior 7-Seater, misalnya, mengalami perubahan harga dari Rp423 juta menjadi Rp435 juta. Sementara itu, varian Superior Captain Seat kini tercatat Rp445 juta, naik dari sebelumnya Rp433 juta.
Pada kelas yang lebih terjangkau, BYD Atto 1 Dynamic juga mengalami kenaikan. Model yang sebelumnya dibanderol Rp205 juta kini tercatat memiliki harga Rp210 juta.
Perubahan tersebut memperlihatkan bahwa penyesuaian harga BYD memiliki besaran yang berbeda di setiap model. Konsumen perlu memperhatikan tipe kendaraan yang dipilih karena harga dapat berbeda berdasarkan varian dan spesifikasi yang ditawarkan.
Dolphin dan Atto 3 Masih dengan Harga yang Sama



