“Yang paling penting, persoalan ini sudah selesai secara baik-baik. Kami berharap setelah adanya perdamaian ini tidak ada lagi pihak yang mempermasalahkan kejadian tersebut,” katanya.
Terkait kemungkinan pertandingan Turnamen Nafal Cup III kembali dilanjutkan, Gusrianto mengatakan pihak panitia masih akan mempertimbangkannya. Ia menyebut peluang pertandingan tersebut untuk dilanjutkan cukup besar setelah kedua belah pihak sepakat berdamai.
“Kalau untuk pertandingan dilanjutkan, nanti akan kami pertimbangkan lagi. Kemungkinan besar akan dilanjutkan, karena kedua belah pihak sudah sepakat berdamai,” ungkap Gusrianto.
Gusrianto menambahkan, Turnamen Nafal Cup III sejak awal bukan hanya ditujukan sebagai ajang kompetisi sepak bola, tetapi juga sebagai wadah silaturahmi dan hiburan bagi masyarakat Desa Penapalan dan sekitarnya dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Karena itu, ia berharap seluruh pemain, official, suporter, dan masyarakat dapat mengambil pelajaran dari kejadian tersebut. Sportivitas, kedewasaan, serta sikap saling menghargai harus tetap dikedepankan agar pertandingan sepak bola tidak menimbulkan persoalan baru.
“Kami berharap semuanya bisa kembali seperti biasa. Jangan sampai persoalan di lapangan terbawa ke luar lapangan. Turnamen ini kita laksanakan untuk silaturahmi dan kebersamaan,” tegas Gusrianto.
Ia menambahkan, perdamaian kedua belah pihak diharapkan menjadi penutup atas persoalan tersebut sekaligus menjadi momentum untuk menjaga persaudaraan, sportivitas, dan kebersamaan dalam setiap kegiatan olahraga di tengah masyarakat.***




