TEBO – Pemerintah Kabupaten Tebo terus berupaya meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama saat memasuki musim kemarau. Salah satu langkah yang dilakukan yakni memperjuangkan dukungan peralatan penanggulangan bencana dari pemerintah pusat.
Upaya tersebut dilakukan langsung Bupati Tebo, Agus Rubiyanto, S.E., M.M., melalui audiensi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) RI di Jakarta. Dalam pertemuan itu, Bupati menyampaikan kebutuhan Kabupaten Tebo terhadap sarana dan peralatan untuk memperkuat penanganan bencana, khususnya karhutla.
Rombongan Pemkab Tebo diterima Deputi Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB RI, Jarwansah, S.Pd., M.A.P., M.M., yang didampingi Staf Khusus Kepala BNPB RI, Richard Erlangga. Pertemuan tersebut dimanfaatkan Pemkab Tebo untuk menyampaikan kondisi serta kebutuhan daerah dalam menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan.
Bupati Agus Rubiyanto menilai dukungan peralatan menjadi kebutuhan penting bagi petugas di lapangan. Dengan sarana yang lebih memadai, upaya pencegahan hingga penanganan titik api diharapkan dapat dilakukan lebih cepat sebelum kebakaran meluas.
Langkah tersebut juga menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah melindungi masyarakat dari berbagai dampak karhutla. Selain berpotensi menimbulkan kabut asap dan mengganggu kesehatan warga, kebakaran juga dapat berdampak terhadap aktivitas masyarakat serta kelestarian lingkungan.
Tidak hanya itu, sektor pertanian dan perkebunan yang menjadi sumber penghidupan masyarakat Tebo juga berpotensi terdampak apabila karhutla tidak dapat dikendalikan sejak dini. Karena itu, penguatan sarana penanggulangan bencana dinilai penting untuk meminimalkan kerugian yang dapat ditimbulkan.



