Hingga berita ini diterbitkan, pihak SMP Negeri 22 Tebo belum memberikan keterangan resmi saat dikonfirmasi awak media terkait dugaan kasus tersebut.
Sementara itu, keluarga korban memastikan akan menempuh jalur hukum dan berencana melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian dalam waktu dekat.
“Kami ingin persoalan ini diproses sesuai hukum yang berlaku agar anak kami mendapatkan keadilan,” tegas pihak keluarga.
Kasus ini diharapkan menjadi perhatian bersama, khususnya bagi pihak sekolah dan instansi pendidikan, agar tercipta lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan bebas dari segala bentuk kekerasan antar pelajar.***




