BMKG Ingatkan Perubahan Pola Cuaca Sumatera: Februari Kering, Maret–April Hujan Lebat

Avatar
Rapat Kerja Komisi V DPR dengan seluruh mitra. (INJ/Ist)

BMKG memberi perhatian khusus pada kawasan Tapanuli Raya, yang diperkirakan mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi pada Maret dan April.
“Tapanuli Raya perlu menjadi prioritas karena potensi hujannya cukup signifikan pada Maret–April,” jelas Faisal.

Ia menambahkan, Februari hingga awal Maret menjadi momentum yang ideal untuk mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana, sebelum kondisi cuaca kembali kurang bersahabat pada puncak musim hujan.

Baca Juga :  Satgas TMMD Ke-123 Kodim 0416/Bute Bersama Warga Gotong Royong Dalam Pembangunan RTLH di Desa Malako Intan

Pola cuaca serupa juga diperkirakan terjadi di Sumatera Barat. Pada Februari, wilayah tersebut mulai memasuki fase kering, namun curah hujan berpotensi meningkat kembali pada Maret dan April, sebelum kembali mengering pada Juni hingga Juli.

Baca Juga :  Soal Impor Pakaian Bekas, Kapolri: Jika Ada Penyelundupan Tindak Tegas

Di sisi lain, Faisal mengungkapkan BMKG telah menerima laporan terkait potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) akibat kondisi cuaca yang mulai mengering.
“Kami sudah mendapatkan laporan potensi karhutla, khususnya di Sumatera Utara dan wilayah Pontianak,” katanya.

Baca Juga :  Korlantas Polri Bantah Isu Penyitaan Kendaraan Akibat STNK Mati 2 Tahun

BMKG pun mengimbau pemerintah daerah dan pihak terkait untuk meningkatkan kewaspadaan serta melakukan langkah antisipatif menghadapi dua ancaman sekaligus, yakni potensi hujan lebat dan risiko kebakaran hutan di periode kering.***