BMKG memberi perhatian khusus pada kawasan Tapanuli Raya, yang diperkirakan mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi pada Maret dan April.
“Tapanuli Raya perlu menjadi prioritas karena potensi hujannya cukup signifikan pada Maret–April,” jelas Faisal.
Ia menambahkan, Februari hingga awal Maret menjadi momentum yang ideal untuk mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana, sebelum kondisi cuaca kembali kurang bersahabat pada puncak musim hujan.
Pola cuaca serupa juga diperkirakan terjadi di Sumatera Barat. Pada Februari, wilayah tersebut mulai memasuki fase kering, namun curah hujan berpotensi meningkat kembali pada Maret dan April, sebelum kembali mengering pada Juni hingga Juli.
Di sisi lain, Faisal mengungkapkan BMKG telah menerima laporan terkait potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) akibat kondisi cuaca yang mulai mengering.
“Kami sudah mendapatkan laporan potensi karhutla, khususnya di Sumatera Utara dan wilayah Pontianak,” katanya.
BMKG pun mengimbau pemerintah daerah dan pihak terkait untuk meningkatkan kewaspadaan serta melakukan langkah antisipatif menghadapi dua ancaman sekaligus, yakni potensi hujan lebat dan risiko kebakaran hutan di periode kering.***





