Selain itu, massa aksi juga mendesak Kementerian ESDM untuk segera menghadirkan kebijakan yang berpihak kepada masyarakat melalui penyediaan alternatif mata pencaharian yang aman, legal, dan berkelanjutan, serta melakukan evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola pertambangan dan pengelolaan kawasan hutan di Provinsi Jambi.
FMJ Jakarta menyatakan aksi akan diikuti sekitar 200 peserta dengan membawa sejumlah alat peraga seperti mobil komando, spanduk, dan banner.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak Kepolisian maupun Kementerian ESDM terkait tuntutan yang disampaikan oleh FMJ Jakarta.***




