IAI Tebo Serius Bangun Desa, Rektor dan Warek III Pantau Mahasiswa Kukerta

Avatar
Rektor IAI Tebo, Dr. Nurhuda, bersama Wakil Rektor III, Andi Susanto, M.Pd., berfoto bersama dosen pembimbing lapangan dan mahasiswa Kukerta Posko 1 Desa Sungai Alai, Kecamatan Tebo Tengah, usai kegiatan monitoring dan evaluasi program kerja.(INJ/Ist)

TEBO – Suasana berbeda tampak di Desa Sungai Alai, Kecamatan Tebo Tengah, Selasa (3/9/2025). Rektor IAI Tebo, Dr. Nurhuda, didampingi Wakil Rektor III, Andi Susanto, M.Pd., turun langsung ke lapangan untuk melakukan monitoring dan evaluasi (monev) kegiatan mahasiswa Kukerta. Kehadiran pimpinan kampus ini menjadi bukti keseriusan IAI Tebo dalam memastikan program pengabdian masyarakat benar-benar menyentuh kebutuhan warga desa.

Baca Juga :  PT SMS Musyawarah Dengan Perangkat Desa Giri Purno, Tebo Jambi, Ini Kesepakatannya

Dalam kegiatan monev tersebut, mahasiswa Kukerta Posko Sungai Alai memaparkan sejumlah program kerja yang sudah mereka jalankan. Mulai dari pendampingan administrasi desa, penyuluhan hukum keluarga, edukasi anak-anak melalui belajar sore, hingga dukungan terhadap kegiatan keagamaan dan sosial masyarakat. Semua program itu mendapat sambutan positif karena manfaatnya langsung dirasakan warga.

Baca Juga :  IAI Tebo Fasilitasi Penjaringan Calon Kades PAW Desa Balai Rajo

Rektor IAI Tebo, Dr. Nurhuda, dalam arahannya menegaskan bahwa mahasiswa Kukerta harus melaksanakan program kerja dengan baik dan lancar. Ia juga mengingatkan pentingnya komunikasi aktif dengan stakeholder terkait agar program yang dijalankan tepat sasaran. “Mahasiswa jangan hanya menjalankan rutinitas, tapi hadir memberi solusi nyata bagi masyarakat,” tegasnya.

Baca Juga :  IAI Tebo Gelar Upacara HUT ke-79 Kemerdekaan RI dan Sambut Mahasiswa Baru

Sementara itu, Wakil Rektor III Andi Susanto, M.Pd., menekankan Kukerta bukan sekadar kewajiban akademik, tetapi juga sarana pembentukan karakter. Menurutnya, pengalaman hidup bersama masyarakat desa akan melatih kepekaan sosial, tanggung jawab moral, sekaligus membentuk sikap kepemimpinan mahasiswa. “Inilah laboratorium sosial yang sebenarnya, di sini mahasiswa belajar menghadapi realitas,” ujarnya.