JAMBI – Menghadapi puncak arus mudik dan arus balik Lebaran, ruas Tol Sebapo–Pijoan mulai menerapkan sistem buka-tutup sebagai upaya mengurai kepadatan kendaraan dan menjaga keselamatan pengguna jalan.
Kebijakan ini diambil sebagai langkah antisipatif terhadap meningkatnya volume kendaraan yang melintasi jalur strategis penghubung Provinsi Jambi dan Sumatera Selatan.
Dalam penerapannya, petugas melakukan pengaturan ketat terhadap kendaraan yang masuk ke ruas tol, termasuk membatasi jumlah kendaraan serta melakukan penutupan sementara jika terjadi potensi penumpukan.
Seorang petugas di lapangan menjelaskan bahwa sistem buka-tutup dilakukan agar arus lalu lintas tetap terkendali dan tidak menimbulkan kemacetan panjang yang berisiko kecelakaan.
Pada Selasa, 17 Maret 2026, selama pengaturan berlangsung, hanya kendaraan tertentu yang diperbolehkan melintas.
Seleksi ini dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari Hutama Karya, Kepolisian, TNI, dan Dinas Perhubungan.
Adapun kendaraan yang diprioritaskan melintas antara lain mobil pribadi, truk pengangkut bahan bakar minyak (BBM), truk sembako, serta kendaraan logistik penting lainnya.
Sementara itu, kendaraan di luar kategori tersebut dialihkan ke jalur nasional sebagai opsi alternatif guna mengurangi kepadatan di dalam tol.
Meski hingga saat ini Tol Jambi masih belum dikenakan tarif, pengawasan arus lalu lintas tetap dilakukan secara maksimal.
Masyarakat diimbau untuk mengikuti arahan petugas, merencanakan perjalanan dengan baik, serta memastikan kondisi fisik dan kendaraan dalam keadaan siap.




