RAGAM, Tebo  

Dorong Pertanian Aman, Alishter Adakan Pelatihan Penggunaan Pestisida Terbatas

Avatar

TEBO – Aliansi Stewardship Herbisida Terbatas (Alishter) bekerja sama dengan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Tebo menyelenggarakan pelatihan penggunaan pestisida terbatas di Aula Kantor Desa Giriwinangun, Kecamatan Rimbo Ilir, Selasa (03/06). Kegiatan ini diikuti oleh petani, penyuluh, serta perwakilan pemerintah desa dan instansi terkait.

 

Direktur Eksekutif Alishter Pusat, Ir. Safrizal, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah daerah dan para peserta yang hadir. Ia menjelaskan bahwa pelatihan ini merupakan bentuk tanggung jawab sosial 53 perusahaan pestisida terbatas yang tergabung dalam Alishter sejak didirikan pada tahun 2016.

Baca Juga :  Tak Tergoyahkan, Basis Agus-Nazar Di Rimbo Bujang Rapatkan Barisan

 

“Hingga saat ini kami telah menjangkau 28 provinsi dan melibatkan lebih dari 30.000 petani. Pelatihan ini bukan hanya seremonial, tetapi bagian dari komitmen kami memastikan penggunaan pestisida yang benar dan aman,” ujar Safrizal.

 

Menurut Safrizal, pelatihan ini juga sejalan dengan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 43 Tahun 2019, yang mewajibkan setiap pengguna pestisida terbatas untuk mengikuti pelatihan resmi dan memperoleh sertifikat. Sertifikat tersebut nantinya diterbitkan oleh dinas pertanian setempat sebagai bukti kelayakan penggunaan pestisida terbatas.

Baca Juga :  Pimpin Apel Hari Kesadaran Nasional, Ini Pesan Penting Bupati Tebo untuk ASN Pemkab Tebo

 

Perwakilan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Tebo, Nanang, dalam arahannya menegaskan pentingnya pelatihan ini. Ia menyebutkan bahwa efek penggunaan pestisida bisa muncul dalam jangka panjang, sehingga pengetahuan petani sangat penting dalam mengelola risiko.

 

“Di Tebo, terdapat sekitar 4.000 hektar lahan pertanian aktif. Penggunaan pestisida yang tidak tepat dapat berdampak pada hasil pertanian dan kesehatan masyarakat. Oleh karena itu, pelatihan seperti ini sangat mendesak,” kata Nanang.

Baca Juga :  Kasus Oknum Anggota DPRD Tebo Harus Segera Ditangani, Tokoh Pemuda Tebo Minta Khalis Mustiko Segera Bentuk AKD

 

Selain itu, Nanang juga menyinggung tantangan ketahanan pangan di Kabupaten Tebo. Dari kebutuhan beras sebesar 36.000 kg, produksi lokal baru mencapai 14.300 kg. “Kita masih harus mendatangkan lebih dari 22.000 ton dari luar daerah. Penggunaan pestisida yang efektif dan aman menjadi salah satu kunci meningkatkan produktivitas,” jelasnya.

 

Pelatihan ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran petani akan pentingnya penggunaan pestisida secara bijak, serta menjadi langkah awal menuju pertanian yang lebih berkelanjutan dan mendukung kemandirian pangan daerah.***

Andrey ( Salpandri )

You cannot copy content of this page