Soroti Kasus PPPK 2023, GMM Jambi Minta Kapolda Turun Tangan

Avatar

MERANGIN, INFONEGERIJAMBI.COM – Berembusnya Kasus PPPK damai di Merangin, membuat GMM Jambi protes keras. Kapolda Jambi diminta copot Kapolres Merangin.

 

Gerakan Mahasiswa Merangin Jambi menyoroti seleksi PPPK di Merangin yang kembali kisruh. Sejumlah kejanggalan kembali terjadi seperti halnya pada 2023.

 

“Kinerja Polres Merangin patut jadi pertanyaan. Kasus ditangani Polres Merangin dengan memanggil para pejabat terkait, sekda dan lainnya. Sudah gelar perkara sampai ke BKN, namun apa hasilnya?,” kata Fadel Muhammad Sabirin, Jumat (1/11/2024)

Baca Juga :  Ini Daftar Eks Napi Korupsi-Narkoba yang Nyaleg DPRD Provinsi

 

Hal ini, tentu saja jadi pertanyaan publik, dan berdampak pada kepercayaan publik pada institusi penegak hukum itu.

 

Konyolnya, 9 dari 10 lulusan PPPK yang bermasalah dan terindikasi pemalsuan itu kini bebas bekerja. Berbagai tuduhan pun mengarah pada kasus ini.

 

Sebelumnya, dugaan manipulasi data dan gratifikasi penerimaan PPPK Merangin tahun 2023 itu dilaporkan Ketua DPD Ormas Pekat IB Merangin Yuzerman Buyung pada 8 Januari 2024 lalu.

Baca Juga :  Lebih Sebulan Tak Ngantor, Kades Telun Diterpa Dugaan Korupsi

 

Sebanyak 9 orang PPPK yang dinyatakan lulus terindikasi pemalsuan data. Berdasarkan temuan Ormas Pekat IB Merangin yakni, adanya SK ganda tenaga honorer di organisasi perangkat daerah (OPD), perangkat desa, bahkan tak pernah honorer sebagai guru kontrak namun dinyatakan lulus dengan dalil terdaftar.

 

“Di duga Polres Merangin bermain. Kami meminta kapolda Jambi copot dan periksa kasus kelulusan PPPK guru di Polres Merangin yang masih menjadi misteri,“ ujar Fadel.

Baca Juga :  Polres Tebo Gelar Patroli Gabungan untuk Pengamanan Natal 2024 dan Tahun Baru 2025

 

GMM Jambi, tengah menyiapkan aksi demo di Polda Jambi dalam waktu dekat. Tak hanya mahasiswa, aktivis pun tengah memantau kasus ini.

 

“Kita akan dukung, kita siap turun,” singkat Randa Putra Merangin.

 

Tak hanya di Polda Jambi, aksi ini akan berlangsung di Merangin. Mahasiswa dan aktivis, bakal menyuarakan hal itu.